The Latest



Dia Belumlah Berakhir
Samsul Basri, SSi, MEI.

Engkau belum terlambat kawan
Belumlah benar-benar terjadi perpisahan
Kejarlah yang tersisa dari kemuliaan
Bersungguh sungguhlah dalam amalan

Dua hari ini masih berbingkai keberkahan
Amal shalih masih dilipat gandakan
Tak berubah sebagaimana awal kedatangan
Peluang terakhir pencinta kebaikan
Menjadi pemenang di akhir ramadhan.

Bila engkau masa bodoh tak peduli
Gembira karena ia akan pergi
Maka sungguh engkau telah merugi
Dan kelak akan menyesali diri
Ketika kematian datang menghampiri
Engkau akhirnya sadar diri
Betapa waktu terbuang tak berarti

Dua hari tersisa ramadhan
Masih panjang dan tak boleh terlewatkan
Bahkan sedetik sekalipun
Karena doa pasti terkabulkan
Jangan pudarkan siang dengan kelalaian
Atau gelap karena dosa maksiat terang-terangan
Jangan pendekkan malam dengan tidur kekenyangan
Atau singkat karena nafsu diperturutkan.
Jangan tinggalkan i'tikaf karena godaan,
Garis finish mulai tampak di depan
Bertahan dan tetaplah bertahan,
Menjadi insan bertakwa meraih keridhaan,
Itulah sejatinya kemenangan,
Di dunia hati damai penuh ketenangan,
Di akhirat mendapat balasan kebaikan,
Janji yang benar dari Rabbul 'aalamin.

Ya Allah rahmati kami dengan al-Qur'an,
Jadikanlah ia sebagai imam yang menuntun,
Sebagai cahaya penerang gelapnya kebodohan,
Sebagai petunjuk dari sempitnya kehidupan,
Dan rahmat yang terus turun bercucuran,

Ya Allah ingatkan kami jika terjatuh pada kesalahan,
Ajarkan bila kami terperangkap dalam kelupaan,
Rezekikan untuk kami kelezatan membaca al-Qur'an,
Di penghujung malam dan siang dalam keistiqamahan,
Dan jadikanlah ia sebagai hujjah dalam kebaikan,
Kepada-Mu wahai Rabbul 'aalamin,
Jiwa kami dipersembahkan dan ditundukkan.

Akhukum Fillah
Di Kota Hujan.

VIDEO RAMADHAN YANG LALU



BANGUN YA AKHI, RAMADHAN AKAN PERGI.

BANGUN YA UKHTI, RAMADHAN AKAN PERGI.

1. Allahu musta'an. Ramadhan masih disini. Di detik-detik akhirnya. Qum ya akhi. Bangun. Tamu itu mau pergi. Tamu itu siap meninggalkan kita.

2. Ini masa emas. Kesempatan terakhir, kesempatan paling tersisa utk memayahkan diri demi mengejar kemuliaan Ramadhan. Ia mau pergi..

3. Mari lelahkan diri. Berpayah-payahlah. Naikkan keseriusan. Teladani Nabi, Sahabat, Tabi'in yg jauh lbh shalih dr kita demi mengejar Ramadhan yg tak panjang ini.

4. Mari Bermujahadah seperti Umar radhiallahu'anhu yang sepulang shalat Isya, beliau kembali mengerjakan shalat sepanjang malam, sampai terdengar adzan Shubuh.

5. Juga Utsman radhiallahu'anhu, setelah panjang berpuasa di siang hari, beliau menghabiskan malamnya dengan shalat. Beliau hanya tidur sedikit, yaitu sebagian malam pertama. Lalu bangun dgn shalat yg setiap rakaatnya beliau menghatamkan seluruh Al-Qur'an.

6. Di satu kitab syarah, di riwayat Abu Thalib Al-Makki yang mutawatir menyebutkan tentang empat puluh tabi'in yang biasa melakukan shalat subuh dengan wudhu shalat Isya.

7. Syaddad rahimahullah, salah seorang sahabat, ia biasa berbaring namun tidak tidur sepanjang malam sambil miring ke kanan dan ke kiri sampai waktu fajar kemudian berkata, "Ya Allah, ketakutan terhadap neraka jahanam telah mengusir kantukku."

8. Aswad bin Yazid, setelah tidur sebentar antara Maghrib dan Isya. Beliau biasa beribadah sepanjang malam dalam bulan Ramadhan hingga Shubuh.

9. Diceritakan bahwa Said bin Musayyab rahimahullah selama 50 tahun selalu melakukan shalat Isya dan shalat Fajar dengan wudhu yang sama

10. Shilah bin Ashyim, biasa menghabiskan seluruh malamnya untuk beribadah kepada Allah hingga waktu Shubuh. Lalu setelah matahari terbit, ia berdoa, "Ya Allah, (hamba seperti merasa) tidak pantas meminta surga kepada-Mu, tetapi hamba hanya memohon kepada-Mu agar Engkau menyelamatkan hamba dari Jahannam."

11. Qatadah biasa membaca seluruh Al-Qur'an setiap tiga malam dalam bulan Ramadhan, tetapi sepuluh malam terakhir dia mengkhatamkan seluruh Al-Qur'an setiap malam.

12. Imam Abu Hanifah terkenal karena selama 40 tahun melakukan shalat Isya dan shalat Fajar dengan wudhu yang sama. Apabila para sahabatnya bertanya bagaimana ia memperoleh kekuatan untuk mengerjakannya, beliau menjawab, "Ini karena doa khusus aku mohon kepada Allah melalui Asma Allah yang agung." Beliau hanya tidur sebentar di siang hari demi ikuti sunnah.

13. Imam Abu Hanifah juga sering menangis sedemikian rupa ketika membaca Al-Qur'an sehingga tetangga-tetangganya merasa kasihan kepadanya.

14. Ibrahim bin Adham bahkan diriwayatkan tidak tidur sama sekali pada bulan Ramadhan baik siang atau malam.

15. Seberapa lelah kau khatamkan Al Quran? Imam Syafi'i biasa mengkhatamkan Al-Qur'an 60 kali dalam satu Ramadhan.

16. Sa’id bin Musayyib tidak pernah terlewat dari takbiratul ihram imam selama lima puluh tahun. Burd Mawla berkata, “Tidaklah dikumandangkan adzan selama empat puluh tahun melainkan Sa’id bin Musayib telah berada di dalam masjid.”

17. Dan banyak lagi cerita keseriusan orang-orang sholih yg mengejar keridhoan Allah, meski lelah dan payah rontokan jasad mereka.

18. Bangun ya akhi. Ramadhan akan pergi. Ramadhan akan berakhir, besok tak lama lagi

Abu Hurairah menangis menjelang akhir hayatnya, lalu berkata..
"Duhai perjalanan yang akan teramat panjang. Duhai bekal yg teramat sedikit."

Ya Allah tolong kami. Ya Allah tolong kami.

VIDEO DOKUMENTASI KEGIATAN RAMADHAN




MALAM KE 27 MALAM LAILATUL QADRI
Oleh : Samsul Basri, SSi, MEI

Sepuluh ramadhan terakhir kian berakhir,
Terus berjalan sesuai takdir,
Satu malam mulia nan berkah segera hadir,
Namun manusia seolah tak sadar,
Terjerat syaitan dalam tipu daya dan makar,
Lebih suka ngumpul berjalan di trotoar,
Malam 1000 bulan tak ingin dikejar,
Pahala berlipat tak menjadi risau dan fikir,
Tak sedih melewatkan ibadah dan dzikir,

Malam ramadhan menjadi sangat tak berarti,
Selagi syubhat dan syahwat dituruti.

Saudaraku para perindu surga,
Waspadalah terhadap manusia,
Tapi kamu harus jadi manusia,
Harus jadi manusia,
Manusia adalah manusia,
Tapi tidak setiap manusia itu manusia,
Hilanglah kemanusiaan,
Yang tinggal hanyalah manusia-manusiaan,
Dan bukanlah manusia sejati selagi terbesik keputusasaan.

Jangan sedih dirundung gelisah,
Bila malam ke 21, 23, dan 25 terlewatkan karena lemah,
Malam ini malam ke 27 peluang malam penuh berkah,
Sahabat Rasulullah saw, Ubay bin Ka'ab r.a berkata :

ٌوَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ - يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى - وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ الله -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya malam itu (lailatul adri) terdapat di bulan Ramadlan. Dan demi Allah, sesungguhnya aku tahu malam apakah itu. Lailatul Qadr adalah malam, dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat di dalamnya, malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot. (HR. Muslim, no. 1272)



KATA PENGANTAR
       
            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Illahi Robbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas bimbingan dan petunjuk-Nya, serta berkat rahmat, nikmat, dan karunia-Nya sehingga laporan biologi ini dapat saya selesaikan.

            Laporan ini merupakan perangkat rencana dan hasil eksperimen yang harus dicapai siswa. Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan tersebut secara konsisten dan terus-menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
            Pola penyajian laporan ini sesuai berdasarkan karya ilmiah, yang menekankan pada pendekatan komunikasi dan keterampilan proses. Paparan yang jelas, gambar yang bervariasi, dan kegiatan-kegiatan eksperimen. Dengan demikian, diharapkan potensi keilmiahan siswa dapat berkembang dengan baik.
            Penulis menyadari bahwa pengembangan potensi siswa bukan terletak pada buku, tetapi kuncinya terletak pada guru, lingkungan siswa, dan siswa itu sendiri. Meskipun laporan ini adalah hasil penyempurnaan dari laporan-laporan yang telah dibuat, namun dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca. Semoga laporan ini dapat memenuhi harapan kita semua.

Makassar, 24 November 2006



       Penulis













i
BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

                  Jantung merupakan organ vital, karena berfungsi memompa darah yang mengandung nutrien dan zat-zat yang dibutuhkan sel-sel untuk menjamin keberlangsungan hidupnya. Karena teramat vitalnya, secara struktur jantung berada di rongga dada dan terlindung tulang-tulang rusuk. Meski demikian, bahaya kerusakan jantung sering terjadi dengan berbagai sebab. Jantung yang tidak berfungsi, sama saja dengan kematian sel-sel di seluruh tubuh. Oleh sebab itu, berbagai usaha telah dilakukan manusia untuk mencoba menangani kerusakan jantung dengan cara pencangkokan jantung, transplantasi jantung dengan jantung hewan, dan membuat jantung tiruan.

1.2. Rumusan Masalah

                  Bagaimanakah cara kerja Abiocor pada tubuh manusia?

1.3. Tujuan

                  Untuk mengetahui cara kerja Abiocor pada tubuh manusia.

1.4. Manfaat

                  Agar kita lebih mudah menangani kerusakan jantung dengan menggunakan Abiocor tersebut.

BAB II LANDASAN TEORI

                  Sebuah terobosan telah dibuat oleh ahli jantung di rumah sakit Jewish Hospital AS, yaitu dengan membuat sebuah jantung buatan yang diberi nama Abiocor. Lengkapnya Abiocor Implantable Replacement Heart. Abiocor merupakan jantung buatan “siap tanam” pertama di dunia ini. Alat ini dirancang sebagai pengganti permanen bagi pasien gagal jantung fase akhir. Pengguna terutama ditujukan pada pasien yang berada di bibir jurang kematian, dan tidak mungkin dilakukan pencangkokan jantung, ataupun dibantu dengan terapi lain. Oleh karena itu, lebih tepat dikatakan bahwa teknologi ini sebagai langkah kritis dalam menyelamatkan pasien penderita penyakit jantung fase akhir yang tidak punya peluang hidup.

1



KATA PENGANTAR
       
            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Illahi Robbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas bimbingan dan petunjuk-Nya, serta berkat rahmat, nikmat, dan karunia-Nya sehingga laporan kimia ini dapat saya selesaikan.

            Laporan ini merupakan perangkat rencana dan hasil eksperimen yang harus dicapai siswa. Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan tersebut secara konsisten dan terus-menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
            Pola penyajian laporan ini sesuai berdasarkan karya ilmiah, yang menekankan pada pendekatan komunikasi dan keterampilan proses. Paparan yang jelas, gambar yang bervariasi, dan kegiatan-kegiatan eksperimen. Dengan demikian, diharapkan potensi keilmiahan siswa dapat berkembang dengan baik.
            Penulis menyadari bahwa pengembangan potensi siswa bukan terletak pada buku, tetapi kuncinya terletak pada guru, lingkungan siswa, dan siswa itu sendiri. Meskipun laporan ini adalah hasil penyempurnaan dari laporan-laporan yang telah dibuat, namun dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca. Semoga laporan ini dapat memenuhi harapan kita semua.

Makassar, 13 Februari 2007



       Penulis

 I. JUDUL PERCOBAAN
            Titrasi Asam Basa
II. KELOMPOK
1.      A. Nurul K.                       (1)
2.      Andi Zulfikar Yusuf         (2)
3.      Adnan Fauzi                     (3)
4.      Agung Prasetio                 (4)
5.      Alfhaeni Destiana             (5)

III. TUJUAN

            Menentukan konsentrasi suatu larutan asam.

IV. TEORI PERCOBAAN

Reaksi antara asam dengan basa disebut juga reaksi penetralan. Untuk mengukur bahwa satu mol H+ sudah setara dengan satu mol OH- dilakukan dengan cara titrasi.
Titrasi asam basa yaitu proses penetapan kadar suatu larutan basa dengan larutan standar asam yang diketahui molaritasnya atau sebaliknya. Dalam titrasi, larutan yang ditempatkan di buret disebut titran (larutan standar), sedangkan larutan yang akan dititrasi disebut titrat.
Jika larutan asam ditetesi larutan basa maka pH larutan akan naik atau sebaliknya.

V. ALAT DAN BAHAN

1.      Tabung reaksi dan rak tabung reaksi
2.      Pipet tetes
3.      Larutan natrium hidroksida (NaOH 0.1 M)
4.      Larutan asam berbasa satu (misalnya HCl)
5.      Indikator fenolftalein
6.      Akuades

VI. CARA KERJA

1.      Masukkan 20 tetes larutan asam HCl ke dalam tabung reaksi yang bersih.
2.      Tambahkan setetes indikator fenolftalein dan air hingga 1/tinggi tabung.
3.      Teteskan larutan NaOH 0,1 M dengan pipet tetes ke dalam tabung yang berisi hingga larutan berwarna merah muda.
4.      Catatlah jumlah tetes NaOH yang digunakan.
5.      Ulangi titrasi ini sampai diperoleh sekurang-kurangnya dua hasil yang tetap.



1
VII. TABEL PENGAMATAN

           
Titrasi
Jumlah Tetes NaOH yang Ditambahkan
1
69
2
34
3
50
4
50
5
25
6
30
7
30
8
40
Rata-rata
hasil titrasi
                                                  328          41
8

VIII. KESIMPULAN DAN SARAN

ý  Kesimpulan : Dari pecobaan di atas saya dapat menyimpulkan   bahwa larutan  asam apabila di tetesi larutan basa maka pH larutan akan naik.
ý  Saran                       : Apabila anda sedang melakukan percobaan seperti di atas, anda harus berhati-hati dalam mengerjakannya karena banyak kesalahan yang dapat terjadi seperti kesalahan dalam mentetesi zat.




Makassar, 7 Februari 2007


Pembimbing
Pratikan





                   (                       )                                                   (                    )  








DAFTAR PUSTAKA

Allingger, Norman. L. et. al. Organic Chemistry, 2nd ed., Worth Publishers, inc.,          1976.
Herron, J. Dudley, et. al., Chemistry, D.C. Heath and Company, 1987, 694 pp.
Holtclaw & Robinson, General Chemistry, 8th ed, D.C. Heath 1988, 923 pp.
Hunt, J.A and Sykes, A., Chemistry, Longman, 1984,356 pp.
Hill, Graham C., et al., Chemistry in Contex, 3rd ed, Nelson, 1995.
Hill, Graham, Chemistry Counts, 2nd ed., Hodder & Stoughton.





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................             i
DAFTAR ISI...............................................................................................              ii

BAB I     Titrasi Asam Basa......................................................................   1
                I. Judul Percobaan......................................................................              1
              II. Kelompok.................................................................................. 1
             III. Tujuan....................................................................................... 1
             IV. Teori Percobaan....................................................................... 1
              V. Alat dan Bahan.........................................................................             1
            VI. Cara Kerja................................................................................. 1
          VII. Tabel Pengamatan..................................................................... 2
         VIII. Kesimpulan dan Saran............................................................. 2

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................            3


KATA PENGANTAR
       
            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Illahi Robbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas bimbingan dan petunjuk-Nya, serta berkat rahmat, nikmat, dan karunia-Nya sehingga laporan kimia ini dapat saya selesaikan.

            Laporan ini merupakan perangkat rencana dan hasil eksperimen yang harus dicapai siswa. Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan tersebut secara konsisten dan terus-menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
            Pola penyajian laporan ini sesuai berdasarkan karya ilmiah, yang menekankan pada pendekatan komunikasi dan keterampilan proses. Paparan yang jelas, gambar yang bervariasi, dan kegiatan-kegiatan eksperimen. Dengan demikian, diharapkan potensi keilmiahan siswa dapat berkembang dengan baik.
            Penulis menyadari bahwa pengembangan potensi siswa bukan terletak pada buku, tetapi kuncinya terletak pada guru, lingkungan siswa, dan siswa itu sendiri. Meskipun laporan ini adalah hasil penyempurnaan dari laporan-laporan yang telah dibuat, namun dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca. Semoga laporan ini dapat memenuhi harapan kita semua.

Makassar, 3 Juni 2007



                   Penulis

 I. JUDUL PERCOBAAN
            Pembuatan Sistem Koloid
II. KELOMPOK
1.      A. Nurul K.                       (1)
2.      Andi Zulfikar Yusuf         (2)
3.      Adnan Fauzi                     (3)
4.      Agung Prasetio                 (4)
5.      Alfhaeni Destiana             (5)
6.      Alief Syahran                    (6)

III. TUJUAN

            Untuk membuat koloid dengan cara emulsi.

IV. TEORI PERCOBAAN
           
            Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain disebut emulsi. Syarat terjadinya emulsi ini adalah kedua jenis zat cair itu tidak saling melarutkan. Emulsi dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu emulsi minyak dalam air (M/A) atau emulsi air dalam minyak (A/M). Dalam hal ini, minyak diartikan sebagai semua zat cair yang tidak bercampur dengan air.
Contoh emulsi minyak dalam air (M/A) : santan, susu, dan lateks.
Contoh emulsi air dalam minyak (A/M) : mayonaise, minyak bumi, dan minyak ikan.
            Emulsi terbentuk karena pengaruh suatu pengemulsi (emulgator). Contohnya adalah sabun yang dapat mengemulsikan minyak ke dalam air. Jika campuran minyak dengan air dikocok, maka akan diperoleh suatu campuran yang segera memisah jika didiamkan. Akan tetapi, jika sebelum dikocok ditambahkan sabun atau deterjen, maka diperoleh campuran yang stabil yang kita sebut emulsi. Contoh lainnya adalah kasein dalam susu dan kuning telur dalam mayonaise.   

V. ALAT DAN BAHAN

1.      Tabung reaksi dan rak tabung reaksi
2.      Gelas rikun
3.      Sendok
4.      Minyak Tanah
5.      Air
6.      Bubuk detergen

VI. CARA KERJA

1.      Masukkan ke dalam tabung reaksi 5 ml minyak tanah dan10 ml air, kemudian kocoklah !
2.      Biarkan sampai terjadi pemisahan antara kedua cairan dan catat waktu yang diperlukan untuk pemisahan tersebut !

                                        1
3.      Tambahkan sedikit bubuk deterjen ke dalam tabung yang berisi minyak dan air kemudian kocoklah.
4.      Bandingkan waktu yang diperlukan untuk pemisahan dengan hasil pemisahan tanpa ditambahkan detergen !



VII. TABEL PENGAMATAN

Zat-Zat yang Dicampur
Waktu yang Diperlukan untuk Pemisahan Campuran
Minyak tanah + air
2 detik
Minyak tanah +air+detergen
140 detik

Pertanyaan

  1. Emulsi adalah suatu koloid dari zat cair yang terdispersi zat cair lain.
  2. Campuran yang menghasilkan emulsi pada percobaan di atas adalah minyak dan aquades.
  3. Zat yang berfungsi sebagai emulgator adalah detergen.




VIII. KESIMPULAN DAN SARAN

ý  Kesimpulan : Dari pecobaan di atas saya dapat menyimpulkan   bahwa minyak dan aquades merupakan campuran yang menghasilkan emulsi sedangkan detergen berfungsi sebagai emulgator.
ý  Saran                       : Apabila anda sedang melakukan percobaan seperti di atas, anda harus berhati-hati dalam mengerjakannya karena keberhasilan percobaan anda tergantung pada ketelitian anda dalam melakukan percobaan tersebut.




Makassar, 3 Juni 2007


Pembimbing
Pratikan





                   (                       )                                                   (                    )  






2
DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael.2002.Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga  




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................             i
DAFTAR ISI...............................................................................................              ii

BAB I     Titrasi Asam Basa......................................................................   1
                I. Judul Percobaan......................................................................              1
              II. Kelompok.................................................................................. 1
             III. Tujuan....................................................................................... 1
             IV. Teori Percobaan....................................................................... 1
              V. Alat dan Bahan.........................................................................             1
            VI. Cara Kerja................................................................................. 1
          VII. Tabel Pengamatan..................................................................... 2
         VIII. Kesimpulan dan Saran............................................................. 2

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................            3

 
Ketika itu Ana/saya telah menyiapakan jadwal khusus untuk menghadiri bedah buku salah seorang penulis terkenal di kawasan timur indonesia itu. Ana telah banyak mengikuti even kegiatan sastra yang ia jadi pemateri serta tentunya membaca karya bukunya. Maka dengan di temani seorang sepupu Ana ini yang juga memiliki kepedulian dunia perbukuan kami meluncur ke tempat acara. 




Buku yang beliau tulis ini termasuk buku baru yang terbit. Namun terbitannya dengan penerbit besar sehingga dengan cepat menyabar ke seluruh Indonesia. Para panelis juga merupakan aktivis perbukuan di kawasan timur Indonesia ini membedah buku tersebut. Setelah pemaparan materi dari panelis waktunya tanya jawab.



Alhamdulillah Ana di beri kesempatan untuk bertanya. Maka salah satu ana tanyakan tentang sastra timur Indonesia. Karena Ana menyadari kalo aktivitas menulis merupakan aktivitas yang sangat penting untuk memajukan suatu peradaban. Maka tentunya menulis terus berjalan dan menghasikan karya yang gemilang.

Coba kita tengok bagaimanakah semangat para ulama kita dalam menulis? Ternyata mereka bisa menghasilkan beribu-ribu lembar bahkan jutaaan lembar. Ini karya mereka bagi umat Islam.

Muhammad ibnu Jarir Ath Thobari (wafat: 310 H), penulis kitab Jaami’ul Bayan ‘an Ta’wilil Ayil Qur’an menulis dalam sehari 40 lembar. Kira-kira beliau seumur hidupnya telah menulis 584.000 lembar.

Imam Abul Wafa’ ‘Ali bin ‘Aqil Al Hambali Al Baghdadi (wafat: 513 H) –manusia tercerdas di jagad raya kata Ibnu Taimiyah-, beliau menulis kitab Al Funun dalam 800 jilid, di mana di dalamnya berisi pembahasan tafsir, fikih, nahwu, ilmu bahasa, sya’ir, tarikh, hikayat dan bahasan lainnya.

Imam Abu Hatim Ar Rozi menulis kitab musnad dalam 1000 juz.

Ibnul Jauzi (Abul Faroj ‘Abdurrahman bin ‘Ali bin Muhammad Al Jauzi, wafat: 597 H), murid dari Ibnu ‘Aqil, beliau telah menulis 2.000 jilid buku dan buku yang beliau pernah baca adalah 20.000 jilid. Adz Dzahabi sampai mengatakan tentang Ibnul Jauzi bahwa tidak ada yang semisal beliau dalam berkarya.

[Dinukil dari kitab ‘Uluwul Himmah, karya Syaikh Muhammad Al Muqoddam]

Coba lihat bagaimana semangat para ulama dalam menulis. Artinya, mereka setiap saat selalu menyibukkan diri mereka dengan ilmu. Lihat saja Ibnul Jauzi, hasil karya beliau saja 2000 jilid. Belum lagi beliau membaca, ternyata telah mencapai 20.000 jilid yang dibaca. Kalau kita perkirakan 1 jilid adalah 300 lembar. Berarti yang telah dibaca oleh Ibnul Jauzi sekitar 6 juta lembar dan yang telah ditulis kisaran 600 ribu lembar. Bayangkan saja bagaimana semangat mereka dalam memanfaatkan waktu? Sungguh, di dalam kisah mereka yang sudah tiada terdapat teladan bagi kita yang masih hidup. Marilah kita menorehkan karya besar untuk umat Islam saat ini.

Jadilah orang yang manfaat bagi manusia. Dalam hadits disebutkan,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعَهُمْ لِلنَّاسِ

“Manusia yang paling dicintai di sisi Allah adalah yang banyak memberikan kemanfaatan bagi orang lain.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir, 12: 453).

Di antara faedah menulis bagi kita:

Menulis semakin menjaga ilmu.
Menulis semakin menambah ilmu.
Menulis semakin membawa faedah bagi orang banyak.
Menulis adalah bagian dari berdakwah dengan tulisan.

Semoga kita menjadi orang yang banyak memberikan jasa pada umat Islam di jagad raya.

Jadi mari kita menulis bangun peradaban yang lebih baik... !!

VIDEO ANA BERTANYA BEDAH BUKU